Rabu, 30 November 2011

Kesalahan-Kesalahan Makmum Dalam Shalat

Termasuk di antara manfaat yang dapat dipetik dari sholat berjamaah ialah saling memberikan pengajaran ilmu syari antar jamaah satu dengan yang lainnya. Salah satu contohnya: Terkadang seorang salah dalam tatacara sholat maka jamaah lain yang tahu kemudian membenarkannya. Inilah rohmat yang Alloh turunkan kepada umat ini lewat syariat sholat berjamaah. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa kesalahan yang seringkali terjadi dalam praktek sholat berjamaah sebagai bentuk nasihat kepada kaum muslimin secara umum.


Tidak Memperhatikan Kerapian dan Kelurusan Shof

Para pembaca yang semoga dirahmati Alloh, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda yang artinya, “Sebaik-baik shof bagi laki-laki adalah yang paling depan, sedangkan shof yang paling buruk adalah yang paling akhir. Sedangkan shof yang terbaik bagi wanita adalah paling belakang dan yang paling buruk adalah yang paling depan.” (HR. Muslim). Tapi sungguh sangat disayangkan sebagian kaum muslimin tidak berlomba-lomba untuk mendapatkan kebaikan ini, bahkan mereka malah menghindari dan enggan untuk memposisikan diri pada shof yang pertama, dengan mereka mempersilahkan orang lain untuk berada di shaf depan. Kaidah Fiqhiyah mengatakan: “Mengutamakan orang lain dalam masalah ibadah adalah terlarang”.
Kesalahan lain yang banyak muncul adalah tidak meluruskan ataupun merapatkan shof. Rosululloh bersabda yang artinya, “Luruskan shof-shof kalian, karena lurusnya shof termasuk kesempurnaan sholat.”(HR. Bukhori Muslim)
Mendahului Maupun Menyertai Gerakan Imam
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya mendahului imam merasa takut kalau Alloh merubah kepalanya menjadi kepala keledai.” (HR. Bukhori, Muslim)
“Sesungguhnya ubun-ubun orang yang merunduk dan mengangkat kepalanya mendahului imam berada di dalam genggaman setan.” (HR. Thobroni dengan status hasan)
Adapun larangan membarengi gerakan imam maka dasarnya adalah sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Jika imam telah ruku’ maka ruku’-lah kalian dan jika imam bangkit maka bangkitlah kalian.” (HR. Al Bukhori). Dari hadits ini diambil kesimpulan terlarangnya mengakhirkan atau melambatkan gerakan dari imam. Adapun yang diperintahkan adalah mengikuti atau mengiringi gerakan imam.
Sibuk Dengan Berbagai Macam Doa Sebelum Takbirotul Ihrom
Sering kali kita lihat sebagian kaum muslimin sebelum sholat menyibukkan melafalkan niat. Sebagian mereka membaca surat An Naas dengan dalih untuk menghilangkan was-was setan. Begitu juga ada makmum yang mengatakan: Sami’na wa ‘Atho’na ketika mendengar perintah untuk meluruskan shof dari imam: Sawwuu shufuufakum! Padahal perintah dari imam tadi butuh pelaksanaan, bukan butuh jawaban. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah kaum muslimin bersegera meninggalkan segala macam tatacara ibadah yang tidak bersumber dari beliau.
Sibuk Dengan Sholat Sunah Padahal Telah Iqomah
Terkadang kita jumpai seseorang yang malah sibuk dengan sholat nafilah/sunnah ketika iqomat telah dikumandangkan atau yang lebih parah malah memulai sholat sunnah baru dan tidak bergabung dengan sholat wajib. Hal ini menyelisihi sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Apabila iqomah sudah dikumandangkan, maka tidak ada sholat kecuali sholat wajib.” (HR. Muslim)
Menarik Orang Lain di Shof Depannya Untuk Membuat Shof Baru
Hadits-hadits yang menjelaskan masalah ini bukan termasuk hadits yang yang shohih, maka perbuatan ini tidak boleh dilakukan bahkan dia wajib bergabung dengan shof yang ada jika memungkinkan. Jika tidak maka boleh dia sholat sendiri di shof yang baru, dan sholatnya dianggap sah karena Alloh tidaklah membebani seorang kecuali sesuai kemampuannya (Lihat Silsilah Al Hadits Ash Shohihah wal Maudu’at). Wallohu A’lam.

Kamis, 17 November 2011

PERISAIDIRI CABANG XAVERIUS 3 PALEMBANG


Perisaidiri cabang xaverius ini di latih oleh seorang guru yang biasa di sapa “Pak Dedi” yaitu seorang satpam xaverius 3 itu sendiri. Silat ini didirikan karena silat “PERISAIDIRI” di kota Palembang tidak banyak cabang nya dibanding dengan silat-silat lain.
Sampai saat ini anggota perisaidiri cabang xaverius lebih dari 50 orang. Anggotanya pun bukan hanya dari sekolah itu sendiri, tetapi juga ada dari sekolah-sekolah lain. Pada tahun ini meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya. Tingkatan anggota yang tertinggi saat ini hanya cakel.  Sehingga prestasi yang dicapai pun belum banyak mengingat umur cabang ini yang masih dikategorikan masih muda.
Tapi kami yakin, kami akan membuat prestasi yang membanggakan pada masa yang akan datang.
“JAYALAH PERISAIDIRI CABANG XAVERIUS 3 PALEMBANG”

Selasa, 25 Oktober 2011

TEHNIK SILAT PERISAIDIRI


  Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri didirikan oleh Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmojo pada tanggal 2 Juli 1955, memiliki ciri-ciri silat: cepat, tepat, tangkas, teratur dan berbudi luhur. Gerakan-gerakannya memperhitungkan segi anatomis tubuh, tidak memperkosa badan serta to the point , sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Teknik Perisai Diri dikelompokkan kedalam teknik-teknik yang diberi nama/istilah binatang dan manusia, diantaranya: Burung Mliwis, Burung Kuntul, Burung Garuda, Harimau, Naga, Satria, Pendeta, Putri, dll. Dengan sifat dan ciri khas tersebut tidaklah berlebihan apabila teknik silat Nasional Perisai Diri disebut teknik silat modern. Disamping itu, pada masing-masing tingkatan selain mempelajari teknik tangan kosong, juga diajarkan permainan senjata seperti pisau, pedang, thoya, ruyung, trisula, dll, dengan maksud agar anggota Perisa Diri mengetahui betul karakter dari masing-masing senjata, sehingga akan mengetahui kelemahan tiap-tiap senjata dan mampu menghadapi lawan yang bersenjata
Sistem Pendidikan Silat Perisai Diri menerapkan sistem yang praktis yaitu dengan pengenalan teknik serta penggunaannya secara langsung sejak awal pendidikan dasar. Pada garis besarnya sistem pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut:
-Pengenalan dasar teknik
-Penggunaan teknik
-Peningkatan kemantapan dan refleksi
-Kematangan dan keyakinan
Sebagai seni/ ilmu beladiri Indonesia, selain segi fisik, dalam pendidikannya tidak lepas pula dari pemberian pendidikan mental sebagai unsur paralel yang dibutuhkan dalam membentuk kematangan jiwa dan budi pekerti yang luhur. Pendidikan mental ini juga dimaksudkan sebagai kendali dan pegangan bagi para pesilat Perisai Diri, agar di dalam melaksanakan fungsi hidupnya sebagai umat Tuhan Yang Maha Esa selalu mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi, mendahulukan kepentingan umum, berjiwa besar disertai dengan rasa percaya diri dan berwibawa.
Pada tingkatan tertentu dalam kematangan jiwanya, diberikan latihan-latihan pernafasan yang penerapan lebih lanjutnya di pergunakan dalam:
-Pengerasan badan luar (Gwakang)
-Daya tenaga dalam (Lweekang)
-Meringankan tubuh (Ginkang)
Dalam silat Perisai Diri terdapat Teknik Kombinasi dan Teknik Asli. Teknik Kombinasi merupakan teknik-teknik di silat Perisai Diri yang berasal dari perguruan-perguruan silat di seluruh Indonesia yang meliputi 156 aliran. Rangkuman teknik silat tersebut kemudian dipilah dan dikelompokkan sesuai dengan karakter dari masing-masing aliran. Teknik Kombinasi diantaranya adalah Cimande, Batawen, Bawean dan Jawa Timuran. Di samping itu ada juga Teknik Minangkabau yang diambil dari teknik pencak silat tanah Minang yang dilengkapi dengan beberapa teknik lain.
Teknik Asli dalam silat Perisai Diri sebagian besar diambil dari aliran Siauw Liem Sie. Dengan kreativitas Pak Dirdjo, yang mirip hanyalah sikap awalnya saja, sedangkan gerakan maupun implementasinya sudah dijiwai oleh karakter pencak silat Indonesia. Hal ini yang menjadikan ilmu silat Perisai Diri mempunyai sifat unik, tidak ada kemiripan dengan silat yang lain. Disebut Asli karena mempunyai frame tersendiri, bukan merupakan kombinasi dari beberapa aliran silat.
Teknik Asli dalam silat Perisai Diri :
1. Burung Mliwis
2. Burung Kuntul
3. Burung Garuda
4. Lingsang
5. Kuda Kuningan
6. Setria Hutan
7. Harimau
8. Naga
9. Setria
10. Pendeta
11. Putri
Pada tingkat tertentu akan diajarkan teknik olah pernafasan yang berguna baik untuk kebugaran maupun untuk menunjang beladiri, misalnya gwakang, lweekang dan ginkang. Untuk menyeimbangkan gemblengan fisik, pada tingkat tertentu akan diberi gemblengan mental spiritual yang dalam Perisai Diri dikenal dengan istilah Kerokhanian yang diberikan secara bertahap untuk memberi pengertian dan pelajaran tentang diri pribadi dan manusia pada umumnya, sehingga diharapkan tercipta pesilat yang bermental baja dan berbudi luhur, mempunyai kepercayaan diri yang kuat, berperangai lemah lembut, serta bijaksana dalam berpikir dan bertindak. Keseimbangan antara pengetahuan silat dan Kerokhanian akan menjadikan anggota Perisai Diri waspada dan mawas diri, tidak sombong, dan setiap saat sadar bahwa di atas segala-galanya ada Sang Pencipta. Keseimbangan paling luhur yakni mengabdi kepada Allah Sang Pencipta.

Rabu, 05 Oktober 2011

MAKNA LAMBANG PERISAIDIRI


MANUSIA MENUNDUK DENGAN TANGAN MENYUSUN BERSIKAP BUNGA SEPASANG, DI ATAS BUNGA TERATAI YANG BERDAUN LIMA BERWARNA KUNING, DI BAWAHNYA DIDASARI DENGAN SAYAP PUTIH BERTULISKAN PERISAI DIRI, DI DALAM SUATU BANGUN SEGITIGA BERWARNA MERAH BERTEPIKAN WARNA KUNING.
  1. MANUSIA MENUNDUK BERSIKAP BUNGA SEPASANG bermakna bahwa Kelatnas Indonesia Perisai Diri bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan penuh rasa tanggung jawab melaksanakan azas dan tujuan Kelatnas Indonesia Perisai Diri.
  2. BUNGA TERATAI BERDAUN LIMA BERWARNA KUNING bermakna bahwa dalam melaksanakan tujuan, Kelatnas Indonesia Perisai Diri berazaskan Pancasila.
  3. SAYAP WARNA PUTIH BERTULISKAN PERISAI DIRI bermakna bahwa Kelatnas Indonesia Perisai Diri memiliki sikap hidup yang dinamis, selalu mempunyai tekad dan semangat untuk mengembangkan bela diri Indonesia pada umumnya dan Silat Perisai Diri khususnya, serta memelihara kelestariannya sebagai budaya bangsa.
  4. BANGUN SEGITIGA BERWARNA MERAH BERTEPIKAN WARNA KUNING bermakna:
    1. tujuan luhur/ roh suci
    2. hidup/ sukma
    3. kekuatan/ bayu
  5. WARNA MERAH PUTIH bermakna asal dan perantaraan ayah dan ibu
ARTI WARNA DAN LAMBANG PADA BENDERA PERISAI DIRI
  • Warna Kuning Emas : Luhur
  • Warna Hijau : Keyakinan
  • Lingkaran Rantai : Kesatupaduan
  • Warna Hitam : Sentosa
  • Bintang Lima : Hidup, Kesenian, Keteguhan, Keikhlasan, dan Kesucian
  • Warna Merah : Pantang Mundur, Bersemangat, dan Militan