Kamis, 17 Oktober 2013

Lobi-lobi skripsi

Dosen: Jadi kamu tertarik dengan topik skripsi dari saya? Kenapa?
Mahasiswa: Topik Bapak sangat sesuai sekali dengan bidang minat saya pak.
Dosen: Memang bidang minat kamu apa?
Mahasiswa: Sama lah sama Bapak…

Sepatu Buaya

Seorang perempuan sangat ingin mempunyai sepatu dari kulit buaya. Dia pun pergi ke toko sepatu dan kecewa karena mahalnya.
“Mahal amat sih,” tanya si perempuan.
“Kalau ingin murah ya menangkap buaya sendiri sana,” kata si pemilik toko. Terinspirasi oleh perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi ke sungai besar di daerah situ sambil membawa senjata api.
Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum-kagum ketika melihat tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai.
Sementara itu si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan senjatanya ke seekor buaya lainnya. Suara tembakan terdengar, kemudian si perempuan menyeret buaya ke empat yang baru ditembaknya ke pinggir dan kemudian menyumpah, “Sialan! Yang ini juga tidak memakai sepatu.”

Bodrex

Suatu hari di bulan puasa saat seorang kakek sedang puasa, tiba-tiba kepalanya sakit, dengan panik si kakek langsung meminum obat Bodrex.
Cucunya yang melihat kejadian itu langsung bertanya,
“Kakek kan puasa, kenapa minum obat?”
Si kakek langsung menjawab,
“Itulah okenya Bodrex, bisa diminum kapan saja!!!.”

Supir Taksi

Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang. “Kebon Jeruk ya Pak
Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi.
Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.
Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.
Untung Susi dan Sopir Taksinya tidak mengalami luka yang cukup parah. Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi. “Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa? Ibu sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati bu!!”
Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??
“Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu”
Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??
“Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH”
http://situslakalaka.blogspot.com/2011/03/jin-pengabul-permintaan.html

Rambu Rambu Kehidupan

Rambu-rambu Lalu lintas

Quote 2



Bismillaahirrahmaanirrahiim,,,,

Kenapa kita harus bersedih hati berkepanjangan?
Ketika sesuatu yang sudah ada di tangan terlepas dari genggaman kita? Bukankah ALLAH sedang menguji kadar keikhlasan kita?

Kenapa kita harus larut dalam kekecewaan yang teramat dalam?
Ketika sebuah keinginan tak kunjung menjadi kenyataan?
Bukankah ALLAH sedang menguji sebatas mana kesabaran kita?

Kenapa kita harus terus menerus menangis dan meratap?
Ketika sebuah kebahagiaan yang kita miliki hancur begitu saja karena pengkhianatan?
Bukankah ALLAH sedang ingin menguji seberapa besar kadar ketawakalan kita kepada_NYA ?

Dan ketika ujian serta cobaan datang silih berganti.
Kenapa kita harus berputus asa?
Bukankah ALLAH tidak akan menguji hamba-hamba_NYA dengan suatu ujian di luar batas kemampuannya?

( La Yukallifullahu Nafsan Illa Wus'aha )

"ALLAH tidak akan membebani seseorang (hamba_NYA) melainkan sesuai dengan kemampuannya." [Al-Baqarah : 286]

Ketika kita bisa menerima apapun yang menjadi ketetapan_NYA dengan hati penuh kelapangan dan keikhlasan,
Maka yakinlah hidup kita akan jauh lebih indah.
Hatipun akan semakin dekat dengan ketenteraman. 

Kisah Muslim


Kisah Muslim – Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki melihat seorang budak yang dijual. Tidak ada cacat apa pun pada budak tersebut. Hanya saja dia tukang adu domba. Tetapi lelaki tersebut menganggap remeh cacat ini. Lelaki tersebut tetap membelinya.
Setelah beberapa hari si budak tinggal bersama lelaki tersebut, si budak berkata kepada istri majikannya, “Sungguh, majikanku hendak menikah dengan perempuan selain engkau.” Dia menambahkan, “Sebenarnya dia tidak mencintaimu. Jika engkau ingin dia menyayangimu dan mengurungkan apa yang telah direncanakannya, maka apabila dia tidur, ambillah pisau cukur lalu cukurlah beberapa bulu di bawah janggutnya dan biarkan bulu-bulu itu bersamamu.”
Isteri majikan itu berkata dalam hati, “Baiklah.” Dia pun hendak melakukan hal tersebut pada saat suaminya tidur.
Tatkala si suami datang, si budak berkata kepadanya, “Sungguh, majikan perempuanku, istri Anda mempunyai teman dan kekasih selain Anda. Dia ingin lepas dari Anda. Sungguh, dia telah berencana hendak menyembelih Anda di malam hari. Jika Anda tidak percaya pada saya, cobalah Anda pura-pura tidur di malam hari. Lihatlah bagaimana istri Anda menghampiri Anda sementara di tangannya ada sesuatu untuk menyembelih Anda.” Ternyata majikan tersebut mempercayai si budak.
Ketika malam menjelang, di saat si suami berpura-pura tidur si istri datang membawa pisau cukur untuk mencukur bulu di bawah janggut suaminya. Si suami berkata dalam hati, “Demi Allah, sungguh benar kata si budak.” Tatkala si istri telah meletakkan pisau cukur dan hendak menjatuhkannya ke tenggorokan suami, kontan si suami bangkit dan merampas pisau cukur dari istrinya,  lalu dia menyembelih istrinya dengan pisau tersebut. Kemudian keluarga istri datang dan mendapati perempuan tersebut dalam keadaan terbunuh, lalu mereka pun membunuh si suami tersebut. Akhirnya terjadi pertikaian antara dua kelompok gara-gara budak tukang adu domba tersebut.
Tersebut bahwa seorang laki-laki menghadap Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu. Lalu lelaki tersebut mengadu domba Umar radhiyallahu anhu dengan salah seorang sahabat Umar radhiyallahu anhu. Dia menyampaikan ucapan jelek dari temannya tersebut kepada Umar radhiyallahu anhu. Dia mengobarkan amarah Umar radhiyallahu anhu. Ketika lelaki tersebut telah selesai menyampaikan fitnahnya, Umar radhiyallahu anhu menundukkan kepalanya seolah-olah beliau memikirkan ucapan fitnah tersebut, “Hai saudara! Jika kamu mau, kami akan pikirkan urusanmu ini dan kami selidiki ceritamu. Jika kamu bohong, maka kamu termasuk orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini:
Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Jika kamu berkata jujur, maka kamu termasuk orang-orang yang disebutkan dalam ayat berikut:
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah.” (QS. Al-Qalam: 10-11)
Jika kamu mau, maka saya akan mengampunimu dan kamu jangan kembali lagi ke sini setelah hari ini. Kamu bukan termasuk di antara teman-teman duduk kaum mukmin.”
Dia telah berbuat sesuatu yang hina pada dirinya sendiri. Lelaki tersebut berkata, “Saya meminta maaf kepadamu, wahai Amirul Mukminin. Saya berjanji kepadamu tidak akan menyebarkan fitnah lagi. Selanjutnya dia meninggalkan tempat Umar dalam keadaan hina dan malu.”
Suatu ketika Shahib bin Ubbar salah seorang pejabat pemerintah Andalusia sedang di tempat duduknya. Tiba-tiba pelayannya masuk membawa secarik kertas dari seseorang yang berdiri di depan pintu, lalu Shahib bin Ubbad membacanya. Ternyata di dalamnya terdapat ungkapan yang panjang. Penulis surat meminta agar si pejabat tersebut mengambil harta dari anak yatim yang lemah. Dia ditinggal mati ayahnya sebatang kara di dunia ini. Ayahnya meninggalkan banyak harta dan kebun untuknya. Jika pejabat tersebut berkenan, maka dia dapat meletakkan kekuasannya pada harta tersebut dan tidak ada seorang pun yang melawannya. Lantas si pejabat menandatangani lembaran kertas tersebut dengan menuliskan kalimat berikut, “Sesungguhnya mengadu domba merupakan perbuatan yang buruk. Meskipun berupa nasihat yang baik. Orang yang telah meninggal semoga dirahmati AllahSubhanahu wa Ta’ala, anak yatim semoga dicukup oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, harta benda semoga dikembangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedang tukang adu domba semoga dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Quote



Kau datangi seekor burung yg elok rupawan
Dengan segenggam makanan di tangan kanan
Sangkar emas di tangan kiri kau siapkan
Jangan heran ketika ia terbang ketakutan
Kebebasan lbh ia sukai dari kemewahan
Begitu pula sikap para penghamba ar-Rahman
Ditawarkan kepadanya kemewahan dan jabatan
Tapi ibadah dan keyakinan menjadi korban
Tentu, menjauh darinya menjadi pilihan
Baginya, hamba ar-Rahman adalah setinggi-tinggi kedudukan

via Ustadz Abu Umar Abdillah

Status Nasehat
http://www.facebook.com/PageStatusNasehat



2


Seseorang berkata, “Aku melihat wajah al- Ahmad sangat muram setelah dipuji seseorang (dengan ucapan) ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan) atas perjuangan Islam Anda.’
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, ‘Bahkan Allah telah memberi kebaikan Islam kepadaku. Siapakah dan apa aku ini?’” (Siyar A’lamin Nubala, 11/225)