Sabtu, 13 April 2013

AWAS, ADA KESYIRIKAN JELANG UJIAN NASIONAL


Ini berulang terjadi menjelang Ujian Nasional. 

Berbagai cara dilakukan untuk lulus, mulai dari ritual mandi kembang sampai pensilnya didoain, mungkin agar lancar saat dipakai menjawab soal .

Astaghfirullah...!!!

Kalau siswa meyakini bahwa prosesi seperti itu bisa membuatnya lulus UN, maka sungguh ini klenik yang nyata dan bisa mengantarkan pada kesyirikan!

STOP, JANGAN LAKUKAN!
SEBARKAN KE TEMAN TEMAN.

(foto diambil dari Jawa Pos, 13 April 2013).

JANGAN DITIRU YA!!!
Mending banyak2 sholat tahajjud, puasa sunnah, shadaqah, dan minta doa restu orang tua... insyaAllah lebih manjur :)

#Status Nasehat

Via On The Spot - Trans 7

Lelaki Inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan
dengan Lelaki?"

Syeikh menjawab: "dapatkah kamu berjabat tangan denganratu Elizabeth?

Lelaki Inggris menjawab: "Oh tentu tidak boleh! Cuma orang-orang tertentu
saja yang dapat berjabat tangan dengan ratu."

Syeikh tersenyum & berkata: “Wanita-wanita kami (Kaummuslimin) adalah
para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan Lelaki sembarangan (yang bukan mahramnya).”

Lalu si Inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan
rambut mereka?"

Syeikh tersenyum dan punya 2 coklat, ia membuka yang pertama terus yang
satu lagi tertutup. Dia melemparkan keduanya ke lantai yang kotor.

Syeikh bertanya: “Jika saya meminta Anda untuk mengambil satu coklat, mana
yang Anda pilih?"

Si Inggris menjawab: "Yang tertutup...”

Syeikh berkata: “Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami.”

Si Inggris menjawab: "Wow Islam is Amazing...”

Jumat, 12 April 2013

Tumbal seorang gadis cantik jelita

Ibnu Katsir dan ahli sejarah lainnya mengisahkan: 
Sahabat Amer bin Al Ash atas perintah Khalifah Umar bin Katthab berhasil menundukkan negri mesir dan mengislamkan penduduknya.

Namun tidak selang beberapa lama dari keislaman penduduk Negri Mesir, sahabat Amer bin al Ash dikejutkan oleh satu kejadian aneh.

Sungai Nil yang menjadi sumber penghidupan penduduk setempat, di setiap tahun sekali harus diberi tumbal. Bila tidak, maka sungai Nil akan berheni mengalir.

Bukan sembarang tumbal, namun tumbal super istemewa, yaitu seorang anak gadis pingitan yang canti jelita yang didandani secantik mungkin.

Gadis tumbal tersebut diceburkan ke dalam sungai nail agar bisa mengalir kembali seperti sedia kala.

Tentu budaya ini ditentang oleh sahabat Amer bin al Ash, dengan segala konsekwensi yang terjadi.

Hampir selama tiga ulan sungai Nil berhenti mengalir, sampai-sampai penduduk setempat berencana untuk berhijrah.

Kondisi ini tentu membuat sahabat Amer bin al Ash kebingungan. Meneruskan tradisi penduduk setempat berarti berbuat kesyirikan. Tidak melakukannya, masyarakat setempat kekeringan.

Karena belum juga menemukan solusi, maka sahabat Amer bin Al Ash berkirim surat kepada Khalifah Umar bin Al Khatthab guna meminta petunjuk.

Setiba surat tersebut kepada Khalifah Umar, segera ia membalas surat gubernurnya ini

Beliau berkata: sikapmu menghentikan tradisi benar adanya, dan aku telah menirinkan satu kartu dalam amplop suratku ini. Sesampainya suratku ini kepadamu, segera lemparkan kartu itu ke sungai Nil.

Sesampai surat balasan Khalifah Umar kepada sahabat Amer bin al Ash, segera ia membuka surat tersebut, dan ternyata didapatkan satu kartu yang bertuliskan:
من عند اللَّهِ عُمَرَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ إِلَى نِيلِ مِصْرَ (أما بعد) فإن كنت تَجْرِي مِنْ قِبَلِكَ فَلَا تجرِ وَإِنْ كَانَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ هُوَ الَّذِي يُجْرِيكَ فَنَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يُجْرِيَكَ
Dari hamba Allah Umar Pemimpin kaum mukminin kepada sungai Nil negri Mesir.
Amma ba'du: bila selama ini airmu mengalir atas kehendakmu sendiri, maka jangan pernah lagi engkau mengalir.

Namun bila Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa yang menjadikan airmu mengalir, maka kami memohon kepada Allah agar mengalirkan airmu.

SUBHANALLAH, WALLAHU AKBAR. setelah kartu itu diceburkan ke sungai Nil, maka air sungai Nil mengalir seperti sedia kala.

Dan tradisi syirik larung gadis cantik jelita sirna hingga saat ini, dan tegaklah Tauhid.

Semoga Allah membalas perjuangan khalifah Umar dan sahabat Amer bin al Ash dalam menegakkan tauhid dan syari'at Islam.

Ya Allah satukanlah kami bersama kedua sahabat Nabi-Mu ini di surga. ( al bidayah wa an nihayah 7 / 100)

Membaca Surat al-Kahfi Pada Malam Jum’at?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

Apa hukum membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at atau siang harinya?

Jawaban beliau mengenai hukum membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at

Membaca surat al-Kahfi pada hari jum’at adalah sesuatu yang dianjurkan dan memiliki keutamaan… Tidak ada bedanya apakah seseorang membacanya dengan menggunakan mushaf atau dengan hafalan…

Adapun hari dalam hitungan syari’at dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari… Berdasarkan hal ini, maka apabila seseorang membacanya setelah sholat Jum’at niscaya dia akan mendapatkan pahalanya.

Baca: --> http://pemudamuslim.com/ibadah/keutamaan/membaca-surat-al-kahfi-pada-malam-jumat/

cermati rambu2 berikut ini. insya Allah selamat dunia akhirat.

Mengkhususkan membaca Yasin di Hari jumat

Ada hadits yang berbunyi:
"Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada hari Jum'at, maka dosanya akan diampuni."

Telaah hadits:
Hadits ini disebutkan oleh Al-Ashfahani dalam At-Targhib wat Tarhib, dari jalan Zaid bin Al-Harisy, mengabarkan kepada kami Al-Aghlab bin Tamim, mengabarkan kepada kami Ayyub dan Yunus, dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu'.

Asy-Syaikh Al-Albani menilai hadits ini: DHO'IF JIDDAN.
Di dalam sanadnya ada Al-Aghlab bin Tamim yang dinyatakan oleh Ibnu Hibban sebagai perawi hadits munkar; juga terdapat Zaid bin Al-Harisy yang dinilai Ibnu Hibban sering salah dalam meriwayatkan hadits.

Lihat Adh-Dha'iifah: 11/191

Catatan:
Ibnu Hibban termasuk Ahlul Hadits yang Mutasaahilun (bergampangan-gampangan dalam mentsiqahkan perawi dan menshahihkan hadits. Maka, jika beliau sudah menyatakan seorang perawi dengan vonis "Munkar", atau "sering salah", berarti memang perawi tersebut sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikum.......

Via Ustadz Ammi Ahmad Alawi Aac

BUAT ISTRIMU MANDI DI HARI JUM’AT DAN RAIH KEUTAMAAN BERSEGERA MENUJU SHOLAT JUM’AT

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ وَغَدَا وَابْتَكَرَ فَدَنَا وَأَنْصَتَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ كَأَجْرِ سَنَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

“Barangsiapa yang membuat istrinya mandi, dan ia pun mandi, lalu ia berangkat ke masjid dan bersegera, kemudian ia mendekat kepada imam dan diam mendengarkan khutbah serta tidak berbuat sia-sia, maka setiap langkahnya seperti pahala puasa dan sholat setahun.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 693]

FAIDAH HADITS:

1) Hadits ini menunjukkan banyaknya pintu-pintu kebaikan dan amalan shalih, khususnya di hari Jum'at, dan lebih khusus lagi yang terkait dengan ibadah sholat Jum'at. Maka hendaklah setiap muslim bersunguh-sungguh dalam meraihnya.

2) Hadits ini dan hadits-hadits lain yang semisal, menunjukkan boleh menggabungkan niat mandi junub dan mandi Jum'at.

3) Hadits ini menguatkan pendapat bahwa mandi untuk sholat Jum'at tidaklah wajib, sebab dua kewajiban tidak dapat saling mencukupi apabila digabungkan, tetapi haruslah dikerjakan satu persatu, pendapat ini yang dikuatkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah.

WaLlaahu Ta'ala A'lam

Copas Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Ibadah Sunnah Tidak Diserupakan dengan Ibadah Wajib

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Ada kaedah fikih yang bermanfaat yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah di mana beliau berkata,

الشارع لا يريد أن تلحق النوافل بالفرائض

“Syari’at tidak ingin ada penyamaan antara ibadah sunnah dan wajib.” (Syarhul Mumthi’, 4: 79).

Dalil Kaedah

Hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا توتروا بثلاث أوتروا بخمس أو بسبع ولا تشبهوا بصلاة المغرب

“Janganlah kalian melakukan shalat witir dengan tiga raka’at, atau lima raka’at atau tujuh raka’at, jangan serupakan dengan shalat Maghrib.” (HR. Ibnu Hibban no. 2429, Al Hakim dalam Mustadroknya no. 1138 dan Al Baihaqi dalam Sunan Kubro no. 4593. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim).

Dalam Syarhul Mumthi’ (4: 79), Syaikh Muhammad Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa syari’at ingin agar ibadah sunnah tidak disamakan dengan ibadah wajib.”

Penerapan Kaedah

1- Siapa yang shalat sunnah dengan dua kali tasyahud, itu dimakruhkan. Karena syari’at menginginkan agar shalat sunnah dan shalat wajib itu berbeda. Misalnya jika ada yang shalat sunnah qobliyah Zhuhur empat raka’at dengan dua kali tasyahud, maka ia telah menyamakan antara wajib dan sunnah. Lihat Syarhul Mumthi’, 4: 79.

2- Shalat witir bisa dilakukan dengan dua raka’at salam lalu satu raka’at salam. Boleh pula shalat tersebut dilakukan dengan tiga raka’at langsung salam. Cara yang kedua dilakukan dengan sekali tasyahud dan bukan dua kali tasyahud. Karena jika dijadikan dua kali tasyahud, maka miriplah dengan shalat maghrib. Padahal shalat sunnah tidak boleh diserupakan dengan shalat wajib. Lihat Syarhul Mumthi’, 4: 16.

3- Yang afdhol adalah seseorang memisah antara shalat wajib dan shalat sunnah dengan perkataan atau berpindah tempat sehingga tidak bercampur antara shalat sunnah dan wajib.

4- Dimakruhkan terus menerus membaca surat As Sajdah dan Al Insan pada shalat shubuh di hari Jum’at. Karena orang awam akan mengira bacaan itu wajib kala itu. Dianjurkan di waktu lain, imam membaca surat yang lain pula sehingga tidaklah sama antara ibadah sunnah dan wajib.

5- Diharamkan berpuasa pada hari ‘ied dan pada hari yang meragukan agar bisa dibedakan antara puasa Ramadhan dan puasa lainnya. Karena dikhawatirkan ada tambahan selain puasa wajib yang tidak dituntunkan.

Selengkapnya baca di Rumaysho. Com

Adakah yang memiliki kunci surga selain Allah?

Sahabat Abu Hurairah mengisahkan: aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
«لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الجَنَّةَ
Tidak akan ada seorangpun yang dapat masuk surga karena amalannya semata.

Mendengar penjelasan ini, para sahabat merasa penasaran, sehingga mereka terpannggil untuk menggali lebih dalam. Karena itu mereka bertanya kepada beliau:
وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
Sampaipun engkau juga tidak akan dapat masuk surga hanya karena amalanmu, wahai Rasulullah?

Beliau menjawab:
قَالَ: " لاَ، وَلاَ أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَلاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ: إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ "
Aku juga tidak, kecuali bila Allah mengaruniakan kemurahan dan rahmat-Nya kepadaku.

Karena itu hendaknya kalian senantiasa menetapi kebenaran dan mengamalkannya dengan sekuat tenaga.

Janganlah kalian berputus asa sehingga mengharapkan kematian. Bila kalian adalah orang yang baik, maka kehidupan berarti peluang untuk menambah kebaikan, dan sebaliknya bila kalian banyak berbuat dosa, maka kehidupan adalah peluang untuk memperbaiki diri. (Muttafaqun alaih)

Bila Nabi menegaskan bahwa ia tidak dapat masuk surga hanya berbekalkan amalannya sendiri, lalu mengapa ada sebagian orang yang meyakini bahwa beliau leluasa memasukkan siapa saja yang beliau mau ke dalam surga, seakan kunci surga sepenuhnya ada di tangan beliau?

Cinta bukan berarti lupa daratan sampai-sampai menyematkan sebagian kekuasan Allah kepada beliau.

Doa Untuk Petugas Medis Yang Sering Melihat Penyakit Parah Dan Tidak Menimpanya (Menular)

Petugas medis, dokter, perawat dan yang lainnya tentu sering melihat berbagia macam penyakit yang parah dan ganas, penyakit yang menyedihkan mata melihat bahkan penyakit yang bisa membuat orang tidak enak makan dan tidur.

http://muslimafiyah.com/doa-untuk-petugas-medis-yang-sering-melihat-penyakit-parah-dan-tidak-menimpanya-menular.html